Daftar isi
Kenapa link lebih sering dibuka
Tidak menuntut unduhan. Terbuka langsung di HP, tanpa aplikasi pembaca PDF dan tanpa memakan penyimpanan.
Tidak tertahan ukuran. Lampiran besar bisa ditolak server email perusahaan tanpa kamu pernah tahu.
Bisa diperbarui. Isi halaman berubah, link yang sudah kamu kirim tetap sama.
Bisa ditempel di mana saja. Formulir lamaran yang cuma punya satu kotak isian tetap bisa menerimanya.
Menyiapkan linknya sebelum dikirim
Link yang bisa dibacakan. Nama kamu, tanpa angka acak. Kamu harus bisa menyebutkannya lewat telepon tanpa mengeja.
Judul halaman yang benar. Judulnya muncul saat link ditempel di WhatsApp atau LinkedIn. Pastikan berisi nama dan bidangmu.
Foto yang wajar. Kartu preview link sering menampilkan foto. Foto gelap atau terpotong bikin kesan pertama yang aneh.
Kontak yang terlihat tanpa menggulir. Kalau perekrut tertarik di detik kelima, jangan buat dia mencari.
Contoh kalimat pengantar
Email: "Selamat pagi Bu Rina, saya Dimas, melamar posisi Content Writer yang diiklankan di LinkedIn. Contoh tulisan dan pengalaman saya ada di portalio.id/myweb/dimas. Ada tiga artikel yang topiknya dekat dengan produk Ibu. CV lengkap terlampir."
WhatsApp, kalau memang diminta lewat WhatsApp: "Halo Pak, ini Dimas yang tadi menghubungi soal lowongan Content Writer. Portofolio saya: portalio.id/myweb/dimas. Terima kasih waktunya."
Dua-duanya menyebut satu hal yang spesifik tentang perusahaan atau lowongannya. Itu satu-satunya bagian yang membedakan pesanmu dari pesan yang disalin ke lima puluh orang.
Menaruhnya di empat tempat sekaligus
Tanda tangan email. Satu baris di bawah namamu. Ikut di setiap email tanpa kamu pikirkan lagi.
Profil LinkedIn. Di kolom Featured dan di bagian Contact info.
CV. Sejajar dengan alamat email, di bagian paling atas.
Bio media sosial. Kalau kamu memakainya untuk hal profesional.