Daftar isi
Kenapa portofolio online, bukan PDF saja
PDF punya satu masalah yang tidak kelihatan sampai kamu mengalaminya: ia harus diunduh dulu. Perekrut yang membuka lamaranmu dari HP, di sela-sela pekerjaan lain, sering menunda membuka lampiran, dan yang ditunda biasanya tidak pernah dibuka.
Link tidak menuntut apa pun. Ia terbuka langsung, di HP maupun laptop, dan bisa ditempel di mana saja: kolom LinkedIn, balasan email, pesan WhatsApp, atau formulir lamaran yang cuma menyediakan satu kotak isian.
Kelebihan kedua yang sering dilupakan: link bisa diperbarui. Kalau kamu menyelesaikan proyek baru minggu depan, kamu tidak perlu mengirim ulang file ke semua orang. Halamannya berubah, linknya tetap.
Lima hal yang harus ada, dan tidak lebih
Nama dan satu baris penjelas. Bukan gelar panjang. Satu baris yang menjawab "kamu ini apa": misalnya "Desainer grafis, fokus kemasan produk makanan".
Ringkasan tiga sampai empat kalimat. Apa yang kamu kerjakan, untuk siapa, dan apa yang membuat hasilmu berbeda. Ditulis seperti kamu menjelaskannya ke teman, bukan seperti surat lamaran.
Tiga sampai lima karya. Bukan semua yang pernah kamu buat. Karya terbaik yang paling mirip dengan pekerjaan yang kamu incar, masing-masing dengan penjelasan singkat.
Pengalaman dan pendidikan secukupnya. Cukup untuk memberi konteks. Detail lengkapnya biar tetap di CV.
Cara menghubungi yang jelas. Email yang kamu buka tiap hari. Kalau nomor WhatsApp membuatmu tidak nyaman, email saja sudah cukup.
Cara membuat portofolio kerja online, langkah demi langkah
Kumpulkan bahan dulu. CV terbaru dalam bentuk PDF, satu foto diri yang wajar, dan daftar karya yang mau kamu tampilkan. Ini bagian yang paling lama. Sisanya cepat.
Upload CV-nya. Di Portalio, isi CV dibaca otomatis dan disusun jadi draf halaman: nama, ringkasan, pengalaman, pendidikan, keahlian. Kamu mulai dari draf, bukan dari halaman kosong.
Rapikan yang perlu dirapikan. Perbaiki kalimat yang terbaca kaku, hapus bagian yang tidak relevan, tambahkan karya yang tidak ada di CV.
Pilih tampilan. Satu template yang enak dibaca lebih baik daripada template paling ramai. Yang dinilai isinya, bukan animasinya.
Post dan salin linknya. Setelah di-post, linknya langsung bisa dibuka siapa pun. Simpan link itu di catatan HP supaya gampang ditempel saat dibutuhkan.
Kesalahan yang bikin portofolio jarang dibuka
Karya tanpa cerita. Gambar hasil akhir saja tidak menjelaskan apa-apa. Tulis dua kalimat: masalahnya apa, dan apa yang kamu kerjakan.
Terlalu banyak karya. Dua puluh karya membuat orang tidak tahu harus melihat yang mana, lalu tidak melihat satu pun.
Kontak yang disembunyikan. Kalau orang harus mencari cara menghubungimu, mereka tidak akan mencari.
Link yang susah diketik. Link penuh angka dan tanda hubung sulit dibacakan lewat telepon dan gampang salah ketik.
Berapa lama dan berapa biayanya
Kalau bahannya sudah siap, satu sampai dua jam sudah cukup untuk versi pertama yang layak dibagikan. Jangan menunggu sempurna. Portofolio yang tayang dan biasa saja mengalahkan portofolio sempurna yang masih di kepala.
Biayanya nol untuk versi gratis, dengan link berbentuk portalio.id/myweb/nama. Bentuknya permanen: kalaupun nanti kamu naik paket untuk mendapat link lebih pendek, link lama yang sudah kamu sebar tetap hidup.