Daftar isi
Kenapa lamaran massal kalah
Perekrut membaca banyak lamaran setiap hari, dan mereka cepat mengenali kiriman yang tidak ditujukan untuk mereka. Surat pengantar yang bisa dipakai untuk lowongan apa pun terbaca persis seperti apa adanya: tidak ditujukan untuk siapa-siapa.
Melamar sedikit tapi tepat juga lebih mudah ditindaklanjuti. Kamu ingat siapa yang kamu lamar, kapan, dan apa yang kamu tulis. Itu mustahil kalau daftarnya seratus.
Riset lima belas menit yang mengubah isi lamaran
Baca ulang iklan lowongannya. Tandai tiga kata yang paling sering muncul. Itu yang mereka anggap penting.
Lihat produk atau layanannya. Buka situsnya, pakai produknya kalau bisa. Satu kalimat pengamatan jujur sudah cukup untuk membedakanmu.
Cari tahu siapa yang akan membacanya. Nama perekrut atau calon atasan biasanya ada di LinkedIn. Menyapa dengan nama mengubah nada seluruh pesan.
Cek pemberitaan terakhirnya. Perusahaan yang baru membuka cabang atau meluncurkan produk biasanya sedang butuh orang untuk hal itu.
Sesuaikan tiga bagian saja, bukan seluruh file
Satu baris di bawah namamu. Ganti agar cocok dengan posisi yang dilamar. "Content Writer" saat melamar posisi itu, bukan "Fresh graduate Sastra Indonesia".
Tiga kalimat ringkasan. Sebut bidang perusahaannya. Satu kalimat yang menunjukkan kamu paham mereka bekerja di mana.
Urutan karya. Taruh karya yang paling mirip dengan pekerjaan itu di posisi pertama. Ini perubahan paling cepat dengan efek paling besar.
Tindak lanjut yang sopan dan waktunya
Kalau tidak ada kabar setelah tujuh hari kerja, kirim satu pesan singkat: sebut posisi yang dilamar, tanggal kamu mengirim, dan tawarkan diri untuk melengkapi kalau ada yang kurang. Tiga kalimat, tidak lebih.
Satu kali tindak lanjut wajar dan sering membantu. Dua kali sudah di batas. Tiga kali merugikan kesan yang sudah kamu bangun.
Siapkan tiga cerita sebelum wawancara
Hampir semua pertanyaan wawancara bisa dijawab dengan salah satu dari tiga cerita: satu tentang masalah yang kamu selesaikan, satu tentang kerja bareng orang yang sulit, dan satu tentang kegagalan yang mengajarimu sesuatu.
Susun tiap cerita dalam empat kalimat: keadaannya, tugasmu, tindakanmu, hasilnya. Latih sekali dengan suara keras. Bukan untuk dihafal, tapi supaya kamu tidak kehilangan alur di tengah.
Rapikan jejak digitalmu
Sebagian besar perekrut mencari namamu di internet sebelum memanggil. Yang mereka temukan sebaiknya bukan kekosongan, dan bukan pula akun media sosial berumur sepuluh tahun.
Portofolio online menyelesaikan ini sekaligus: hasil pencarian pertama atas namamu jadi halaman yang kamu tulis sendiri, dengan isi yang kamu pilih sendiri.