Daftar isi
Bedanya bukan fitur, tapi pertanyaan yang dijawab
Halaman Linktree yang bagus membuat orang cepat sampai ke tempat lain: Instagram, toko, kanal YouTube. Ia pintu, dan pintu yang baik memang tidak menahan orang.
Halaman portofolio bekerja terbalik. Ia menahan orang sebentar supaya mereka melihat cukup banyak untuk memutuskan menghubungimu. Kalau perekrut membuka tautanmu dan yang muncul deretan tombol, ia harus memilih satu, dan sebagian besar orang tidak memilih apa-apa.
Kapan Linktree memang pilihan yang benar
Isi utamamu memang tersebar. Kalau karyamu hidup di Instagram dan YouTube, mengumpulkannya di satu pintu memang lebih masuk akal daripada menyalinnya.
Kamu berjualan lewat banyak kanal. Toko, katalog, WhatsApp, semuanya perlu diakses cepat dan setara.
Kamu butuh ganti tautan tiap minggu. Kampanye yang berganti terus lebih enak diurus di alat yang memang dibuat untuk itu.
Kapan halaman portofolio lebih tepat
Kamu sedang melamar kerja. Yang ditanya perekrut adalah hasil kerjamu, dan hasil kerja butuh ruang untuk dijelaskan.
Kamu mencari klien. Klien menimbang sebelum menghubungi. Deretan tombol tidak memberi bahan untuk menimbang.
Kamu ingin ditemukan lewat pencarian. Halaman berisi teks tentang bidangmu punya peluang muncul di pencarian atas namamu. Halaman berisi tombol nyaris tidak punya isi untuk dibaca mesin pencari.
Cara pindah tanpa kehilangan apa pun
Jangan hapus Linktree-mu. Dua alamat boleh hidup bersama, dan biasanya memang sebaiknya begitu.
Unggah CV-mu. Isinya dibaca jadi draf halaman: ringkasan, pengalaman, pendidikan, keahlian.
Tambahkan tiga karya. Ini bagian yang tidak ada di Linktree, dan justru bagian yang menentukan.
Taruh portofoliomu sebagai tautan teratas di Linktree. Pintu lama tetap bekerja, tapi sekarang ia mengarah ke ruangan yang ada isinya.