Daftar isi
Apa yang sebenarnya dilakukan ATS
ATS bukan juri yang menilai bagus atau tidak. Ia menyalin isi CV-mu ke kolom-kolom basis data: nama, kontak, riwayat kerja, pendidikan, keahlian. Perekrut lalu mencari di basis data itu.
Jadi pertanyaannya bukan bagaimana menyenangkan mesin, melainkan bagaimana memastikan isimu tersalin utuh. CV yang tersalin utuh akan dibaca manusia; yang tersalin berantakan sering tidak pernah sampai ke sana.
Yang bikin CV gagal terbaca
Dua kolom berdampingan. Pembacanya sering membaca kiri ke kanan menyeberangi kedua kolom, dan kalimatmu tercampur jadi bubur.
Tabel dan kotak teks. Isi di dalamnya bisa terlewat seluruhnya, termasuk bagian keahlian yang biasanya ditaruh di sana.
Teks di dalam gambar. Nama dan kontak yang digambar sebagai grafis sama saja dengan tidak ada.
Ikon sebagai pengganti label. Gambar amplop tidak terbaca sebagai email. Tulis kata emailnya.
Header dan footer halaman. Sebagian pembaca melewatkan area ini. Jangan taruh kontak di sana.
Judul bagian yang kreatif. Perjalananku terbaca sebagai teks biasa. Pengalaman Kerja terbaca sebagai bagian.
Susunan yang aman dan tetap enak dibaca
Satu kolom, dari atas ke bawah. Urutannya: kontak, ringkasan singkat, pengalaman, pendidikan, keahlian.
Judul bagian standar. Pengalaman Kerja, Pendidikan, Keahlian, Organisasi. Membosankan, dan itu memang tujuannya.
Tanggal dengan format konsisten. Bulan Tahun sampai Bulan Tahun, sama di semua baris.
Huruf yang umum. Ukuran 10 sampai 12, satu jenis huruf saja.
PDF berbasis teks. Bukan hasil pindaian atau tangkapan layar. Ujinya gampang: coba seleksi tulisannya. Kalau tidak bisa diseleksi, mesin juga tidak bisa membacanya.
Kata kunci, dan batas yang sehat
Perekrut mencari di basis data memakai kata dari iklan lowongannya. Kalau iklannya menyebut manajemen media sosial dan CV-mu cuma menulis mengurus Instagram kantor, kamu tidak muncul di pencariannya.
Ambil tiga sampai lima istilah dari iklan lowongan, lalu pakai istilah itu di kalimat yang memang menggambarkan pekerjaanmu. Yang tidak boleh: menempel daftar kata kunci di bagian bawah, atau menulisnya dengan warna putih agar tak terlihat. Yang kedua itu ketahuan, dan akibatnya bukan sekadar gugur.
Cara mengujinya sendiri sebelum dikirim
Seleksi seluruh teks lalu salin ke aplikasi catatan. Kalau hasilnya acak-acakan atau ada bagian yang hilang, mesin membacanya seperti itu juga.
Periksa urutannya. Nama harus muncul paling awal, bukan di tengah setelah isi kolom samping.
Cocokkan dengan satu iklan lowongan. Baca iklannya, lalu pastikan tiga istilah pentingnya benar-benar ada di CV-mu dalam kalimat yang wajar.