Daftar isi
Kenapa CV yang bagus bisa terbaca kacau
Penyaring lamaran membaca teks, bukan tata letak. Waktu ia membuka CV dua kolom, urutan yang ia dapat sering bukan urutan yang kamu lihat: nama perusahaan bisa tercampur dengan tahun dari baris di sebelahnya, dan judul bagian bisa hilang sama sekali.
Yang paling sering hilang justru bagian yang paling kamu banggakan. Ikon, garis pemisah, dan nama bagian yang ditulis kreatif seperti "Jejak Langkah" bukan kosakata yang ia kenal, jadi isinya masuk ke tempat yang salah atau tidak masuk ke mana pun.
Yang diubah dan yang tidak
| Diubah | Tidak diubah |
|---|---|
| Susunan jadi satu kolom | Kalimat yang kamu tulis |
| Nama bagian jadi yang umum dipakai | Urutan pengalamanmu |
| Teks di dalam gambar dikeluarkan jadi teks biasa | Angka, tanggal, dan nama tempat |
| Ikon dan garis hias dilepas | Isi dan panjang tiap poin |
Sebelum kamu kirim
Baca ulang bagian pengalaman. Di sinilah salah baca paling sering terjadi, terutama kalau CV lamamu menaruh tahun di kolom terpisah.
Cek ejaan nama dan nomor telepon. Dua hal yang kalau salah membuat sisa CV-nya tidak ada gunanya.
Sesuaikan tiga bagian teratas dengan lowongannya. Ringkasan, keahlian, dan pengalaman paling atas. Bukan seluruh file.
Ambil kata dari lowongannya, bukan dari kamus
Penyaring mencocokkan kata, dan ia tidak tahu bahwa dua kata bisa berarti sama. Kalau lowongannya menulis "analisis data" dan CV-mu menulis "olah data", buat dia itu dua hal yang berbeda, dan yang dicari cuma satu.
Jadi baca ulang lowongan yang mau kamu lamar, ambil kata yang ia pakai untuk menyebut pekerjaan dan alatnya, lalu pakai kata itu di CV-mu. Bukan menambah keahlian yang tidak kamu punya, tapi menyebut yang memang kamu punya dengan kata yang sama.