Daftar isi
Yang sebenarnya kamu bayar di WordPress
Perangkat lunaknya gratis; yang berbayar adalah semua yang membuatnya jalan. Hosting bulanan, domain tahunan, dan sering tema premium atau plugin berbayar untuk hal-hal yang tampak sepele seperti formulir kontak.
Biaya kedua tidak berbentuk uang: pemeliharaan. Pembaruan yang harus dijalankan, plugin yang berhenti cocok satu sama lain, dan tanggung jawab keamanan yang berpindah ke pundakmu. Untuk situs yang menghasilkan, itu wajar. Untuk satu halaman portofolio yang jarang berubah, itu pekerjaan tanpa imbalan.
Kapan WordPress tetap jawaban yang benar
Kamu akan menulis rutin. Blog dengan puluhan artikel, kategori, dan arsip memang wilayahnya.
Kamu butuh domain sendiri sejak awal. Portalio belum mendukungnya. Kalau ini syarat mutlak, jangan pakai Portalio.
Kamu ingin memiliki seluruh tumpukannya. Berkas, basis data, dan kebebasan pindah ke penyedia mana pun.
Kamu butuh yang tidak standar. Toko, keanggotaan, formulir bertingkat, integrasi khusus.
Apa yang hilang kalau tanpa WordPress
Yang jelas hilang: kebebasan mengubah apa pun, ekosistem plugin, dan kemampuan memindahkan situs ke penyedia lain apa adanya.
Yang tidak hilang, walau sering dikira begitu: kemampuan ditemukan mesin pencari. Halaman statis justru unggul di sana karena cepat dan tidak menjalankan apa pun. Yang menentukan peringkat adalah isinya, bukan perangkat lunak yang membuatnya.
Kalau tanpa WordPress, langkahnya jadi begini
Siapkan CV dan tiga karya. Bagian yang paling lama, dan satu-satunya yang benar-benar butuh pikiranmu.
Unggah CV-nya. Isinya dibaca jadi draf halaman, jadi kamu mulai dari sesuatu, bukan dari kosong.
Rapikan dan pilih tampilan. Tidak ada tema yang perlu dipasang, tidak ada plugin yang perlu dipilih.
Terbitkan. Tidak ada hosting yang perlu disewa, tidak ada pembaruan yang perlu dijadwalkan.