perbandingan jujur

Nggak usah WordPress. Nggak usah bayar hosting

WordPress menjalankan sebagian besar situs di internet, dan itu bukan kebetulan: ia bisa jadi apa saja. Tapi “bisa jadi apa saja” punya harga yang jarang disebut di awal, dan untuk satu halaman portofolio, harga itu dibayar tanpa menghasilkan apa-apa.

oleh tim Portalio·diperbarui 26 Agustus 2026·7 menit baca

WordPressPortalio
Waktu sampai tayangBeberapa jam sampai beberapa hariSatu sampai dua jam
Yang perlu dibeliHosting dan domain, sering ditambah tema atau pluginTidak ada untuk paket gratis
PemeliharaanPembaruan inti, tema, dan plugin; keamanan jadi tanggung jawabmuTidak ada; halamannya statis
KendaliNyaris tanpa batasTerbatas pada yang disediakan
Domain sendiriYaBelum didukung
Kalau butuh blog, toko, atau anggotaBisaTidak bisa
Paling cocok untukSitus yang tumbuh dan perlu kendali penuhSatu halaman portofolio yang perlu tayang cepat
Daftar isi

Yang sebenarnya kamu bayar di WordPress

Perangkat lunaknya gratis; yang berbayar adalah semua yang membuatnya jalan. Hosting bulanan, domain tahunan, dan sering tema premium atau plugin berbayar untuk hal-hal yang tampak sepele seperti formulir kontak.

Biaya kedua tidak berbentuk uang: pemeliharaan. Pembaruan yang harus dijalankan, plugin yang berhenti cocok satu sama lain, dan tanggung jawab keamanan yang berpindah ke pundakmu. Untuk situs yang menghasilkan, itu wajar. Untuk satu halaman portofolio yang jarang berubah, itu pekerjaan tanpa imbalan.

Kapan WordPress tetap jawaban yang benar

  1. Kamu akan menulis rutin. Blog dengan puluhan artikel, kategori, dan arsip memang wilayahnya.

  2. Kamu butuh domain sendiri sejak awal. Portalio belum mendukungnya. Kalau ini syarat mutlak, jangan pakai Portalio.

  3. Kamu ingin memiliki seluruh tumpukannya. Berkas, basis data, dan kebebasan pindah ke penyedia mana pun.

  4. Kamu butuh yang tidak standar. Toko, keanggotaan, formulir bertingkat, integrasi khusus.

Apa yang hilang kalau tanpa WordPress

Yang jelas hilang: kebebasan mengubah apa pun, ekosistem plugin, dan kemampuan memindahkan situs ke penyedia lain apa adanya.

Yang tidak hilang, walau sering dikira begitu: kemampuan ditemukan mesin pencari. Halaman statis justru unggul di sana karena cepat dan tidak menjalankan apa pun. Yang menentukan peringkat adalah isinya, bukan perangkat lunak yang membuatnya.

Kalau tanpa WordPress, langkahnya jadi begini

  1. Siapkan CV dan tiga karya. Bagian yang paling lama, dan satu-satunya yang benar-benar butuh pikiranmu.

  2. Unggah CV-nya. Isinya dibaca jadi draf halaman, jadi kamu mulai dari sesuatu, bukan dari kosong.

  3. Rapikan dan pilih tampilan. Tidak ada tema yang perlu dipasang, tidak ada plugin yang perlu dipilih.

  4. Terbitkan. Tidak ada hosting yang perlu disewa, tidak ada pembaruan yang perlu dijadwalkan.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah halaman statis kalah SEO dibanding WordPress?

Tidak. Mesin pencari menilai isi, kecepatan, dan struktur halaman, bukan perangkat lunak yang membuatnya. Halaman statis biasanya lebih cepat, dan kecepatan justru salah satu hal yang dinilai.

Bisa pakai domain sendiri?

Belum. Kalau kamu memang butuh domain sendiri hari ini, WordPress atau pembuat situs lain lebih tepat. Alamat yang tersedia di Portalio adalah portalio.id/myweb/nama dan nama.portalio.id.

Kalau nanti saya mau pindah ke WordPress, isinya bisa dibawa?

Isinya milikmu: teks dan berkasnya bisa kamu salin kapan saja, dan CV yang kamu unggah tetap ada padamu. Yang tidak berpindah otomatis adalah tampilannya, karena itu memang dibuat khusus untuk halaman ini.

Butuh hosting terpisah?

Tidak. Halaman yang terbit dilayani langsung tanpa kamu menyewa apa pun, dan itu berlaku juga untuk paket gratis.

Punya CV? Halamannya bisa jadi hari ini juga.

Upload CV kamu, isinya dibaca otomatis jadi draf portofolio, lalu post dengan satu link yang bisa langsung kamu bagikan.