Daftar isi
Yang biasanya bikin mentok di HP
Bikin website dari HP dulunya memang tidak masuk akal. Editor yang dipakai untuk menyusun halaman dibuat untuk layar lebar dan tetikus, jadi begitu dibuka di layar enam inci semua tombolnya menumpuk dan yang tadinya sepuluh menit jadi satu jam.
Yang kami ubah bukan editornya, tapi jumlah hal yang harus kamu susun. Kalau isi halamannya sudah datang dari CV yang kamu unggah, yang tersisa cuma memeriksa dan menekan post. Itu pekerjaan yang memang bisa dilakukan dengan jempol.
Yang perlu kamu siapkan
CV dalam bentuk file. PDF paling aman. Foto CV yang difoto pakai kamera juga bisa dibaca, asal tulisannya tidak miring dan tidak gelap.
Koneksi yang cukup untuk mengunggah satu file. Ukuran CV biasanya di bawah dua megabita. Kuota untuk membuka satu halaman Instagram sudah lebih dari cukup.
Nama yang kamu mau pakai di alamatnya. Pilih yang gampang diketik orang lain. Nama panggilanmu biasanya lebih baik daripada singkatan yang cuma kamu paham.
Setelah halamannya jadi
Link yang kamu dapat bisa dibuka di HP maupun di komputer perekrut, dan tampilannya menyesuaikan sendiri. Ini penting karena kamu mengirimnya dari HP, tapi yang membukanya hampir selalu duduk di depan layar besar.
Kalau CV-mu belum ada di HP
Ini yang paling sering jadi hambatan sebenarnya, bukan proses bikin halamannya. CV-mu ada, tapi ada di laptop orang lain, di email yang sudah tenggelam, atau di penyimpanan awan yang kamu lupa sandinya.
Dari email. Cari kata kunci nama filemu di kotak terkirim, bukan di kotak masuk. Kamu hampir pasti pernah mengirimkannya ke seseorang.
Dari Google Drive. Buka aplikasinya, unduh dulu filenya supaya tersimpan di HP, baru unggah dari sini.
Dari WhatsApp. Cari di media yang dikirim ke perekrut atau ke teman. Simpan filenya, jangan diteruskan.
Kalau benar benar tidak ada. Foto CV cetakmu di atas meja, cahaya dari samping, seluruh halaman masuk frame. Itu sudah cukup untuk dibaca.